Kamis, 02 Desember 2010

Apa yang mereka sebut labil

Kelabilan.
Hal yang wajar terjadi pada remaja jaman sekarang. Termasuk gue. Kadang gue bilang A kadang gue bilang B. Hari ini gue benci, besok bisa suka. Kadang mencoba untuk menjadi dewasa dan professional pada tempat yang salah. Maksudnya adalah, saat kita ingin menjadi idealis yang menjalankan segalanya dengan sistematika yang ada dan aturan-aturan yang memang semestinya tercipta untuk dijalankan, lingkungan sekitar tidak mendukung. Misalnya saja, saat gue kritik kesalahan seseorang, dengan emosi dia akan bantah dan cari pembenaran dan di kemudian hari dia merasa gue sentimen sama dia sehingga semuanya dimasukkan ke hati. Sangat tidak profesional.

When Monkeys Act Like Humans
Disaat mereka yang seharusnya pekerjaannya merupakan pekerjaan "bawahan" tetapi mereka malah bossy dan nggak mau disuruh-suruh. gak heran hitler mengadakan genosida. Karena terkadang ada bagian kecil dari dalam diri gue yang ingin membinasakan makhluk yang seperti itu. Walau nggak bisa direalisasikan juga karena gue orang yang beragama. Jadi apa ya yang harus kita lakukan dalam menghadapi makhluk-makhluk yang definisinya absurd itu? Apa tetap diam mengalah demi kedamaian atau harus berbuat sesuatu yang sedikit menyakiti demi diri kita sendiri juga? Bisakah disebut egois jika memang kita yang terus menerus mengalah? Sangat mengejutkan masalah seperti ini terjadi di masa perkuliahan. Masa dimana saya kira semua insan yang menginjakkan kakinya di kampus yang terhormat ini adalah manusia yang kritis pemikirannya, dewasa, profesional, mampu bekerjasama, dan dapat bersaing secara sehat. Semoga semuanya menjadi lebih baik segera. Amin.